Kamis, 05 Juli 2018

Cerita Dewasa Majalah Model Singapore


Pelangi QQ - Saya adalah seorang model sebuah majalah porno di Singapore. Yah, seperti yang kedengarannya, bekerja di majalah porno sebagai model tidak membutuhkan baju yang bagus dan make-up yang tebal. Yang penting adalah menjaga tubuh agar tetap seksi juga perawatan wajah. Aku tidak perlu ke Singapore untuk difoto, karena di Jakarta juga terdapat studio foto untuk mengambil gambar model-model dari Indonesia yang kemudian dikirimkan dan diterbitkan di Singapore.

Mungkin anda heran, bagaimana saya dapat terjun dalam dunia seperti itu. Baiklah, akan saya ceritakan masa lalu saya. Pada saat usia saya menginjak 16 tahun, kedua orangtua saya meninggal dalam kecelakaan. Saya sangat terpukul dengan kejadian itu. Pada saat itu saya sangat bingung dengan keadaan ini, karena saya tidak tahu harus kemana. Saya tidak punya keluarga lain selain keluarga saya sendiri, sementara saya adalah anak tunggal.

Namun tidak lama kemudian, teman bisnis ayah saya, anggap namanya Pak Mori, berusia sekitar 50 tahun, datang menawarkan saya untuk tinggal di apartemennya dan beliau berjanji akan membiayai sekolah saya sampai saya lulus SMA. Dalam keadaan bingung, akhirnya saya menerima tawaran beliau. Saya lalu tinggal di apartemen beliau, hanya berdua dengannya.

Beberapa bulan kemudian saya tinggal dengannya, tiba-tiba pada suatu malam, Pak Mori masuk ke dalam kamar saya. Saat itu saya baru saja masuk kamar dan belum sempat menguncinya. Saya kaget karena beliau tidak mengetuk kamar saya dulu, dan pada saat itu saya hanya mengenakan daster kuning polos yang tipis. Di dalamnya saya tidak mengenakan BH dan hanya mengenakan CD saja. Sejenak Pak Mori terkesiap melihat saya, namun beliau kemudian mendekati saya. Spontan saya memeluk bantal untuk menutupi dada saya.

Pak Mori lalu berkata kepada saya, “Sally, tolong Bapak, Nak, istri Bapak sudah lama meninggal, Bapak sudah lama tidak dilayani. Bapak tidak minta macam-macam. Bapak hanya minta agar Sally bersedia melayani Bapak.”
Wajahnya terlihat sayu dengan keringat di dahinya. Saya tidak tega melihatnya. Saya pikir beliau telah baik mau membiayai sekolah saya. Lagipula keperawanan saya telah hilang sejak saya masih kecil ketika jatuh dari sepeda.

Pak Mori terus memandang dan menunggu jawaban saya, sedangkan saya tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian Pak Mori meraih bantal yang saya peluk untuk menutupi dada saya dan meletakkannya di tempat tidur. Kemudian beliau diam dan memandang saya.
Melihat saya diam, beliau lalu berkata, “Kalau Nak Sally diam, Bapak rasa jawaban Sally ‘iya’.”
Beliau masih memandangi saya. Tiba-tiba beliau meraih dan memeluk tubuh saya dan mengusap-usap punggung saya.
“Terima kasih, Nak.” beliau berkata sambil menatap hangat pada saya.

Setelah itu beliau mulai menciumi kening saya dan kedua pipi. Lalu menjulurkan lidah sambil mencium telinga dan bibir saya. Kubalas ciumannya, lidahnya bermain liar di dalam mulut saya, begitupun saya. Tangannya yang dari tadi memeluk punggung saya mulai turun mengelus-elus pantat dan meremasnya. Kemudian kepalanya turun ke leher saya, menciumi dada saya yang masih tertutup daster kuning. Saya mulai terangsang. Apalagi ketika mulutnya berhenti di puting saya yang hanya ditutupi daster kuning polos yang tipis itu. Beliau mengulum dan menggigit puting saya itu.

“Uuh.. aahh.. Pak.. Uh..!” saya sudah tidak kuat lagi.
Geli rasanya dada ini dipermainkan seperti itu oleh Pak Mori. Spontan saya membuka 4 kancing daster yang terletak di depan itu, dan terlihatlah kedua bukit kembar saya yang montok itu, berukuran 36B dengan puting berwarna pink gelap dan mencuat menantang ke wajah Pak Mori. Beliau langsung melumatnya, menggigit kecil, kemudian memasukkan semua ke dalam mulutnya. Ternyata mulut Pak Mori lebar juga, buktinya bukit dada saya yang 36B masuk semua ke dalam mulutnya.
“Aduuh.. Pak, geli ah.. enaa..gh..!” saya meraung-raung keenakan.

Pak Mori menurunkan daster terus ke bawah dan sambil menciumi perut saya yang rata karena sering sit-up itu. Tangan kirinya bergerak menurunkan daster, dan tangan kanannya mengelus-elus pantat dan paha saya yang mulus. Setelah daster turun semua, tangan kirinya mengangkat kaki kanan saya dan melipatnya ke atas tempat tidur. Lalu beliau berjongkok dan tangan kirinya membuka sebagian kain CD yang menutupi bukit kemaluan saya. Seketika itu langsung terlihatlah bukit kemaluan saya yang bulu-bulunya sedikit itu, sehingga beliau tidak perlu susah-susah menjilati kelentit saya.

“Oohh.. Pak.. enaakk..!” kata saya sambil memegangi kepalanya.
Saya tidak perduli lagi siapa dia. Pak Mori terus menjilati kelentit saya dan memasuki satu jari tangan kanannya ke dalam vagina, dan menggerakkannya keluar masuk. Saya betul-betul keenakkan. Saya menggerakkan pantat turun naik mengikuti gerakan jarinya itu. Tiba-tiba sesuatu meledak dalam diri saya.
“Aaa..gh.. aku mau kelua.. ar..!” air kenikmatan saya membasahi jari dan mulutnya. Beliau menghisapnya habis.

Kemudian yang tidak disangka, beliau merobek sebagian kain celana dalam saya yang menutupi bukit kemaluan saya dan kemudian membuka CD-nya. Terlihatlah senjatanya yang besar ditumbuhi bulu-bulu yang sangat tebal. Saya sudah tidak tahan lagi melihatnya.
“Ooh.. masukkan, Pak, cepat Pak..!” kata saya sambil mengelus-elus bukit kemaluan saya yang telah basah itu.
Ternyata Pak Mori pun sudah tidak kuat. Beliau langsung menghujamkan penisnya masuk ke dalam vagina saya.
“Aaah.. sakiit..! Enaaggh..!” kata saya yang mulai merasa nyeri tapi sangat enak di bagian bawah itu.

Pak Mori menaik-turunkan penisnya dengan cepat. Ternyata melakukan sambil berdiri enak juga. Kedua tangannya meremas-remas kedua payudara saya. Tangan saya pun tidak mau kalah dan meremas-remas kedua pantatnya. Tidak lama saya mendapat orgasme yang kedua, dan tidak lama kemudian beliau pun juga. Akhirnya kami tertidur berpelukan di tempat tidur. Keesokkan harinya, kami melakukannya lagi di kamar mandi. Kami masing-masing orgasme dua kali. Setelah itu saya pergi ke sekolah dan beliau pun pergi ke kantor.

Sejak itu hidup saya berubah. Kami seperti selayaknya suami istri di dalam apartemen kami. Ternyata untuk orang seusianya, beliau masih sangat kuat melakukannya berjam-jam. Bahkan saya dilarangnya mengenakan baju bila di dalam apartemennya itu. Tapi saya selalu menggodanya dengan hanya mengenakan sehelai kain di tubuh. Misalnya, hari ini saya hanya memakai BH saja, sedangkan bagian tubuh yang lain polos mengoda. Lalu kemudian saya duduk di depannya dengan membuka lebar-lebar selangkangan, sehingga kemaluan saya menantang dirinya. Beliau selalu tidak tahan dan mengajak bermain lagi.

Besok harinya saya hanya mengenakan CD saja yang berwarna hitam dan bahannya bolong-bolong, sehingga bulu kemaluan yang sedikit itu keluar dan klitoris yang berwarna pink itu juga terlihat bila saya mengangkang, sedangkan payudara saya bergelantungan dengan indahnya di dada. Bila seperti itu, beliau lalu memeluk dan menggendong saya ke tempat tidur sambil mulutnya mengulum payudara dan menarik-narik putingnya. Ini kami lakukan hampir tiap hari seperti selayaknya pengantin baru sampai saya lulus SMA. Namun Pak Mori ini seperti tidak pernah mati kekuatannya untuk melakukan hubungan seks dengan seorang gadis belia seperti saya, dan saya selalu dibuat puas olehnya.

Suatu hari ketika saya baru selesai mandi, seperti biasa saya keluar dari kamar tanpa menggunakan busana, dan sambil mengeringkan rambut yang masih basah, saya pergi ke dapur untuk mengambil minum. Tanpa saya sadari, ternyata ada dua orang teman Pak Mori yang bertamu. Mereka berdua terlihat kaget melihat saya yang telanjang bulat itu. Begitu pun saya. Tapi rasa kaget saya tidak saya perlihatkan dan langsung saya pergi ke dapur cepat-cepat.

Malam harinya ketika hendak tidur, Pak Mori berkata pada saya, “Sally, mau gak jadi model..?” tangannya mengelus-elus puting saya.
“Model..? Model seperti di majalah-majalah itu..?” tanya saya.
“Yah, tapi ini berbeda. Begini, teman-teman Bapak yang tadi itu berasal dari Singapore. Yang satu namanya Pak Ramen, yang satu lagi Pak Davis. Pak Ramen sebenarnya orang Indonesia, tapi tinggal di Singapore. Beliau adalah editor majalahnya, sedangkan Pak Davis adalah direkturnya.”

“Jadi maksudnya majalah Singapore..?”
“Yah begitu. Mereka berdua setelah melihatmu menjadi tertarik dan menawarimu menjadi model. Tapi kamu tidak perlu ke Singapore. Kamu cukup tinggal di Indonesia, karena studio fotonya ada di Indonesia.”
“Tapi Sally malu, tadi Sally telanjang di depan mereka.”
“Em.., begini Sally tidak perlu malu, karena.. eh.. majalah mereka adalah majalah porno.. eh tapi itu terserah Sally, mereka hanya menawari karena tertarik dengan Sally. Kalau Sally tidak mau, itu juga tidak apa-apa.”
Saya mengerti. Mereka telah melihat tubuh saya dan mereka tertarik. Saya bingung sekali.

“Honornya lumayan gede lho, Sal. Bapak tidak akan minta kok. Kalau Sally nanti mau, honornya tetap buat Sally, karena kan Sally yang bekerja. Makanya Bapak terserah Sally saja. Kalau mau dicoba saja.” lanjutnya.
Saya mulai tertarik.
“Sally harus datang kemana, Pak..?” beliau tersenyum dan memberitahu alamatnya.

Keesokkan harinya saya datang ke studio foto itu. Tempatnya seperti rumah biasa, cukup besar dengan pagar tinggi yang menutupi rumah tersebut. Seperti bukan kantor atau studio foto. Lalu saya masuk dan bertanya pada resepsionist hendak bertemu dengan Pak Davis. Seseorang mengantar saya ke kantor Pak Davis. Pak Davis terseyum menyambut saya. Ternyata beliau seorang pemuda berusia 30 tahunan. Tidak begitu ganteng tapi di tubuhnya yang putih ditumbuhi bulu-bulu yang lebat. Terlihat dari tangan dan dadanya yang bidang. Namun senyumnya terlihat menarik.

“Selamat siang, Sally, silakan duduk..!”
Saya duduk di depan mejanya. Ia pun duduk.
“Singkat saja, jadi kamu tertarik..?”
“Iya, Pak.”
“Jangan memanggilku Pak. Panggil aku Abang saja. Aku sebenarnya berasal dari Indonesia juga. Semua orang memanggilku Bang Davis.” saya tersenyum.
“Oke, kita kembali ke pokok semula. Begini Sally, untuk menjadi model ada beberapa syarat. Yang pertama, kami harus mengedit tubuhmu dulu.”
“Mengedit tubuhku..?”
“Yah, kami harus tahu bagaimana tubuhmu, apa kekurangannya dan kelebihannya. Kekurangannya akan ditutupi, kelebihannya akan ditonjolkan. Jadi nanti bila difoto akan baik jadinya. Mengerti..?”
Saya mengangguk.

“Sekarang buka seluruh pakaianmu, aku akan memanggil editor kami, Bang Ramen.” Ia keluar dari ruangannya.
Saya merasa kikuk. Tapi akhirnya saya buka baju satu persatu sampai tinggal BH dan CD. Tiba-tiba mesuklah Bang Ramen dan Bang Davis.
“Lho, kok, CD dan BH-nya tidak dibuka..? Tidak perlu malu. Pekerjaanmu nanti tidak memerlukan baju. Kurasa, Pak Mori sudah menjelaskannya bukan..?”
Saya mengangguk seperti orang bodoh. Lalu membuka CD dan BH saya. Saya memang tidak perlu malu, toh mereka pun sudah melihat saya telanjang bulat di apartemen Pak Mori.

Setelah telanjang bulat, saya berdiri menantang. Mereka melihat saya tanpa berkedip. Saya tahu ‘adek-adek’ mereka sudah berdiri melihat saya. Tiba-tiba saya merasa percaya diri. Ini merupakan permainan yang menyenangkan. Lagipula saya senang menggoda Pak Mori. Mengapa saya tidak bisa menggoda mereka juga? Saya lalu melepas jepitan rambut dan terurailah rambut saya yang sangat lebat dan indah. Saya berdiri menggoda di depan mereka sambil memainkan sedikit rambut saya di dalam mulut. Bang Ramen mulai mendekat. Ia mengelus tangan saya, lalu pipi. Lalu ia memutari tubuh saya dan mengelus punggung dan pantat saya. Lalu tangannya mulai memegang payudara saya yang 36B itu beserta puting yang mencuat ke depan itu. Lalu ia berjongkok dan mengelus paha dan membuka selangkangan saya. Lalu ia berdiri lagi, tiba-tiba ia mencium leher saya.

Tangannya meremas-remas kedua payudara saya. Saya mulai terangsang. Lalu tangan kirinya beralih ke selangkangan saya yang sudah mulai basah itu dan berhenti pada klitoris. Ia mengelus-elus klitoris saya. Tangan kanannya mengelus anus saya.
“Uuhh.. eehh.. ahh..!” tidak sengaja saya meraung-raung, tanpa saya sadari ternyata Bang Davis telah ikutan menghisap puting saya dan tangan kanannya memegang puting yang satu lagi.
Tangan kiri Bang Ramen dimasukkan ke dalam vagina saya dan bergerak keluar masuk. Kami melakukannya sambil berdiri seperti ketika pertama kali saya melakukannya dengan Pak Mori. Saya benar-benar terangsang.

Bang Ramen mencium bibir saya dan memainkan lidahnya di mulut saya. Erangan saya tertahan di dalam mulutnya. Lalu Bang Ramen berjongkok dan mencium klitoris dan memainkan lidahnya di sana, namun jarinya masih bermain di vagina. Posisi Bang Ramen digantikan oleh Bang Davis yang mencium dan melumat-lumat bibir saya. Tiba-tiba saya merasa ada yang keluar. Walaupun erangan saya tertahan oleh bibir Bang Davis, tapi mereka tahu bahwa saya orgasme pertama kali dari getaran tubuh saya.

Lalu Bang Ramen membuka celananya, juga Bang Davis. Penis Bang Ramen sangat besar dan hitam. Bang Davis pun juga besar tapi putih. Masih dalam posisi berdiri, Bang Ramen memasukkan penisnya ke dalam anus saya. Rasanya sakit sekali. Saya mengerang kesakitan, namun tiba-tiba Bang Davis memasukkan penisnya ke vagina. Rintih saya berubah menjadi keenakan. Mereka berdua memainkan penis mereka keluar masuk anus dan vagina saya. Rasanya enak sekali disetubuhi dua pria sekaligus. Permainan kami cukup lama.

Saya sudah orgasme tiga kali ketika mereka berdua orgasme untuk pertama kalinya. Akhirnya mereka mencabut penis mereka dan merebahkan tubuh mereka di bangku sofa. Sedangkan saya bersenderan pada tembok dan memejamkan mata. Saya merasa lemas sekali melayani dua pria sekaligus. Tiba-tiba Bang Davis memegang bahu saya.
“Kamu diterima, Sally..!”
Saya tadinya hampir marah karena untuk diterima saya harus melayani mereka berdua terlebih dahulu. Tapi ketika mengingat kenikmatan yang baru saja saya terima, saya dapat menahan amarah.

Lalu hanya dengan mengenakan BH saja, saya dibawa Bang Ramen ke sebuah ruangan yang berisi semacam bar di situ. Di dalamnya terlihat banyak wanita yang tidak menggunakan baju sama sekali. Ruangan itu ternyata jadi satu dengan studio fotonya, sehingga model-model yang merasa haus dapat langsung memesan minum di situ. Saya disuruh duduk di bangku bar yang tinggi dan disuruh mengisi lembaran formulir dan lembaran kerjasama. Lalu Bang Ramen meninggalkan saya sendiri di situ.

Ketika saya sedang mengisinya, seseorang mencolek saya dari belakang. Ketika saya menoleh, terlihat seorang pemuda memandang saya sambil tersenyum. Tanpa basa basi lagi, pemuda tadi mendekatkan wajahnya ke vagina saya dan menjilat klitoris saya. Saya kaget dan ingin menghindar. Tapi bangku bar yang tinggi yang membuat saya kesulitan menapakkan kaki saya ke lantai, sehingga membuat selangkangan saya yang tanpa CD itu terbuka lebar membuat saya kesusahan untuk turun. Pemuda itu tetap menjilati selangkangan saya. Vagina saya yang masih merasa geli akibat serangan Bang Ramen tadi akhirnya basah lagi dan saya mulai merasa keenakan.

Tidak lama saya orgasme lagi di tempat duduk bar itu, sehingga tempat duduk yang terbuat dari kulit itu menjadi basah oleh cairan kenikmatan saya itu.
“Salam kenal, Mbak. Saya Roy, model pria di sini. Mbak namanya siapa?” tanyanya kemudian.
“Sally” kata saya lemas.
“Nanti kita akan selalu ketemu, dan kita pasti akan melakukannya lagi.”
Saya tidak sanggup berkata apa-apa lagi dan mulai mengisi formulir itu lagi.

Tidak lama Bang Ramen datang dan mengambil formulir yang telah saya isi itu. Ia menunjukkan honor saya dan pekerjaan saya. Untuk pertama kali pada hari pertama itu saya difoto bugil di depan banyak orang. Ternyata inilah pekerjaan baru saya. Menyenangkan sih, asal tidak hamil saja. Karena ketika difoto berpasangan, tidak jarang kami menyatukan alat kelamin kami, sehingga fotonya lebih bagus dan tidak terlihat kaku.

Kadang-kadang saya juga main dengan Bang Ramen atau Bang Davis atau kedua-duanya. Namun di rumah saya tetap menjadi ‘istri’ Pak Mori. Itulah pengalaman saya. Foto-foto saya banyak dipampang di majalah porno di Singapore, dan tentu saja tidak dijual bebas. Hanya golongan tertentu yang menerimanya.


 Buruan mampir disitus kami . Situs yang penuh hadiah dan gampang menangnya
Dimana hadiahnya dapat dimenangnya hanya dengan mendaftarkan ID hoki anda & bermain

disitus PELANGIQQ.VEGAS
Situs ini merupakan situs bergengsi yang mudah untuk dimainkan bahkan banjir hadiah jutaan rupiahnya
Hanya dengan modal 25.000ribu rupiah saja , kamu sudah bisa bermain 8GAMES menarik kami :

-Bandar66 (NEW)
-BandarQ
-Capsa susun
-Poker
-Sakong
-Domino99
-Aduq
-Bandar poker

Situs ini dilengkapi dengan LIVE CHAT 24jam & cs yang ramah
JANGAN SAMPAI KETINGGALAN KESEMPATAN BESAR INI BOS ^^  Buruan mampir disitus kami . Situs yang penuh hadiah dan gampang menangnya
Dimana hadiahnya dapat dimenangnya hanya dengan mendaftarkan ID hoki anda & bermain

http://ratupelangi.net/Register.aspx?lang=id
 


Sabtu, 30 Juni 2018

Ngentottin Spg Cantik Dan Montok

 
Pelangi QQ - Dari sana kemudian beranjak ke posisi yg lbh lumayan…. nach,1/2 taon di receiving,aku dipindahkan ke lapangan,dlm arti di tmpatkan di store. Disinilah awal perjalanan cinta-ku dgn mahkluk yg namanya SPG.
“kamu pesan apa say?” kataku mesra. “sari pesan pecel lele aja bang”. Aku pun segera memesan pd pelayannya… Apa aja yg mau ditambah kutambahkan aja sayuran laen biar banyakan,krn setelah makan nanti,aku jg mau makan lg,tp tentu makan menu yg ISTIMEWA nantinya,ha..ha…
Terus terang aku sangat menyukai posisi ini berhubung setiap harinya aku bisa menikmati setiap kecantikan SPG yg bertugas di swalayan ini. Singkat cerita,dari sekian byk-nya SPG yg bertugas,aku sangat tertarik dgn SPG product susu,namanya Sari. Sari berwajah bukan hanya cantik,tp body-nya jg yahud bngt…
Umurnya 19 taon. Dgn tinggi 165,bra 34B,ditambah dgn jenjang kakinya yg putih mulus bngt,maka komplit lah sudah Sari yg perfect bngt menurut versi-ku. Aku mencoba mendekatkan diri dgn-nya,setiap hari selalu aja rapat hingga kedekatan kami semakin nyata. Tp berhubung lokasinya di swalayan,aku jg hrs menjaga image agar issue-nya tdk sampai ke telinga atasanku.
Sering pd jam2 makan aku memberinya cemilan ato makanan tambahan yg rada2 enak dimakan,dan dari sikapku itulah,timbul rasa simpati sari terhadapku. Jumat sore itu,ku dekatin sari seraya berkata”say,pulang nanti ku antar ya….” Dan Sari pun mengganguk setuju.
Bayangkan,rasanya sudah ga sabaran menanti jam2 pulang kerja krn di otak-ku sdh tersusun beberapa rencana mantap,he..he…
Ga tau np belakangan ini selalu membayangkan mulusnya tubuh Sari,ga tahan pengen bngt menikmatinya…
Jam yg ditunggu pun akhirnya tiba,bergegas aku turun ke basement bwh mengambil mtr kesayanganku. Kutunggu Sari di pinggir jalan pas pintu keluar dari mall. Ga lama ku liat Sari keluar bareng tmn-nya 3 org,dan bgt meliatku,dia pamitan duluan ama tmn-nya di barengi canda tmn2nya yg usilin sari.
Kuberikan helm dan Sari segera melompat duduk di sadel belakang sambil berpegangan pinggangku. “Say,kita langsung pulang ato mo jalan2 duku sambil cari makan?” kataku kenceng. Itu sech hy pura2ku aja pdhal uda byk rencana di otkku ini,hehhee…
Ternyata jawaban Sari bertepatan dgn keinginanku,”kita jalan2 aja dulu baru ntar mlm-an makannya ya”. Aroma wangi di tubuhnya serasa menimbulkan nafsuku,sehingga makin kupacu mtr-ku semakin kencang.
Sari memeluk ketau pinggangku sehingga menempellah buah dadanya yg kenceng padat di belakang punggungku. Celanaku makin sesak kejepit pula,hehheeeee….
Sengaja aku membawanya jalan aga ke pinggiran kota,biar segala rencanku rampung. Setelah puas keliling,akhirnya sampailah kami di rumah makan yg bernuansa klasik dimana rumah makan tsbt mempunyai alun2 seperti pondok pribadi,jadi apa yg akan kulakuin nanti lbh privacy dan tertutup dr pandangan org krn pondoknya memang bersekat.
Karena sudah laper bngt,kami makan dgn lahapnya sambil sekali kali kusuap nasi ke mulut sari. Awal-nya dia keliatan malu,tp akhirnya dia tertawa geli.
Selesai makan kami duduk ngobrol dan perlahan tp pasti arah bicaraku memancing ke arah sex sambil tanganku merangkulnya…
Perlahan kucium bibirnya,hmmm…lidahku menjelajah ke dalam dan melilit lidahnya. Sari membalas dgn panasnya,shg penisku makin mencuat rasanya… akhhh….sari mendesis nikmat. Semakin kuberanikan diri dgn memasukkan tanganku ke dlm bilik baju seragam-nya dan kuraba payudaranya yg padat sekal. Sari merintih nikmat merasakan belaianku pd payudaranya. Kusingkapkan BH-nya dan perlahan memelintir putingnya,ssshh…sari makin merintih. Aku semakin ga tahan,ku keluarkan.
penisku yg sudah mengacung tegak dgn diameter 4 panjang kbh kurang 17cm. Sari terkejut sekali ketika melihat penisku yg mengacung tegak itu. “Ihh,gede bngt py abang,takut sari bang” :sari blm pernah iat yg bgt-an bang” kata sari. Gpp koq say,biasa aja lg,hehhe…aku menjawab sekenanya.
Kembali kuransang sari dgn ciumanku,perlahan ke telinga dan turun ke leher. Ku kecup pelan penuh perasaan dan sari semakin mendesah. “akhhh..bang” sstttttt,ouugghh….” Sari semakin ga tahan. Perlahan kuraba pahanya yg terbuka dan segera jariku mendarat di ujung selangkanganya.
CD-nya msh blm kuturunkan,cuma jariku hanya mengesek belahan vag-nya. Sari mendesis lirih membuat aku semakin bergairah.. Ada lendir basah mengalir merembes keluar… Sari semakin ga tahan sehingga tangannya menggengam penisku dan mengocok ngocok kanya.
Tiba2 kuhentikan serangan ku sehingga membuat sari terpana heran,nafsunya yg uda di ubun2 terhenti seketika.. “ada apa bang?” Aku menjawab”bntr ya say,jgn disini,bahaya tuch,hehe.e..” Sari baru tersadar kalo kami masih di pondok rumah makan.
“kita pulang aja ya bang,sari takut kemalaman dan jujur sari blm pernah melaukan yg seprt td.sari takut bang”. “ok dech,kita pulang aja ya say”kataku membisik di telinganya”. Dalam hati aku merasa tanggung nech,dan ku teruskan rencanaku. Kami merapikan pakaian kami masing2 dan berjalan keluar….
Setelah menghidupkan mtr-ku,kami melanjutkan perjalanan pulang,dan jam sudah menunjukkan pukul 21,20. Di tengah perjalanan,aku berpura2 sakit perut. “aduh say,sakit bngt perutku hbs makan td,aduh,ini sept-nya ga bisa lg bw mtr”,sari kebingungan melihat sikapku yg menahan sakit,pghal hy pura2 saja,hehhehehe…
”kita cari tmp istirahat bntr ya say,abang ga tahan lg sakit bngt perutnya”,sari berkata ” ya udalah bang,kita cari tmp istirahat dulu,ntar ga sakit g baru jalan. Aku bersorak girang dalam hati siasatku berhasil ternyata.
Ku pacu mtr-ku ke arah motel yg ga jauh lg lokasinya dan segera mengambil kamar. Kita istirahat bngt ya say,gpp,jgn kuatir,ntar ga sakit lg kita segera jalan ya say..”sari hanya menganguk pelan uatir dgn sakit ku.
Di dlm kamar aku segera merebahkan badan di tmp tdr sambil berpura2 merintih memegang perutku,dan sari semakin kuatir aja rasanya meliahat keadaanku. Kupanggil sari mendekat dan kuminta dia mengelus elus perutku supaya aga reda sakitnya,dan sari menurutinya…ena bngt pijitan sari,shingga mataku merem melek jadinya,hahhaa…
Tiba2 aku bangkit dan merangkul sari. Sari terkejut sekali dan langsung ku dekap tubuhnya sambil ku cium bibirnya…Sari gelagapan sambil membaas jg dan perlahan kembali kurangsang dan kucumbu abiz2an.
Kubuka kancing baju sari bagian atas dan kubelai dadanya segera. Ku cium perlahan putingnya dan skali x kusedot. sshhh….sari mendesah nikmat.
tanpa sadar kubuka seluruh pakaianya dan CD-nya sambil trs ku jilat lembut dadanya. Ku buka lebar kakinya mengangkang dan pelan2 ku elus lembut. Mq-nya uda basah bngt,licin lagi. aku berkata kepadanya abg suka bau Mq-nya sari…
perlahan tapi pasti aku pun mengeluarkan Penis ku yang lumayan besar, den menyodor ke arah mulut nya..
dia malu-malu tapi mau menghisap penisku, dengan nikamt yang tak terhingga aku pun mengatakan kepadanya kamu sangat luar biasa sari..aahhh….
sudah puas dengan kuluman bibir nya aku pun mengelus Mq nya yang begitu putih mulus dengan bulu yang jarang-jarang..dan perlahan aku masukan penis ku ke Mq nya..
dia berkata sakitttttt banggggggg…dengan penuh kasihan aku pun menggoyang pelan-pelan dulu.. sudah masuk separuh penisku baru dia tidak merasa sakit lagi.. dan dengan gairah yang sangat besar aku menggoyang pinggang ku ke memek nya yang begitu tebal dan mulus..
ahhh..ahh…ohh desah si sari pas aku menggoyang begitu cepat nya..pinggang ku.. 10 menit telah berlau aku pun mengeluarkan sperma yang begitu kental keatas pepek sari tepat nya dibulu atas pepek nya.

    Buruan mampir disitus kami . Situs yang penuh hadiah dan gampang menangnya
Dimana hadiahnya dapat dimenangnya hanya dengan mendaftarkan ID hoki anda & bermain

disitus PELANGIQQ.VEGAS
Situs ini merupakan situs bergengsi yang mudah untuk dimainkan bahkan banjir hadiah jutaan rupiahnya
Hanya dengan modal 25.000ribu rupiah saja , kamu sudah bisa bermain 8GAMES menarik kami :

-Bandar66 (NEW)
-BandarQ
-Capsa susun
-Poker
-Sakong
-Domino99
-Aduq
-Bandar poker

Situs ini dilengkapi dengan LIVE CHAT 24jam & cs yang ramah
JANGAN SAMPAI KETINGGALAN KESEMPATAN BESAR INI BOS ^^  Buruan mampir disitus kami . Situs yang penuh hadiah dan gampang menangnya
Dimana hadiahnya dapat dimenangnya hanya dengan mendaftarkan ID hoki anda & bermain
http://pelangikiukiu.com/Register.aspx?lang=id
 

Jumat, 08 Juni 2018

Cerita Sex Threesome Dengan Pembantu


Pelangi QQ - Belum lagi rasanya payudaraku diremas lembut, membuatku perlahan tersadar dari tidurku, untuk kemudian mendapati ternyata Wawan yang membuatku terbangun dengan menyetubuhiku. Aku yang masih belum sadar betul, terkejut melihatnya ada di kamarku, apalagi sedang menyetubuhiku, membuatku menjerit ketakutan dan mendorongnya, namun ia terlalu berat buat cewek mungil sepertiku. “Lho Non Eliza, katanya mulai kemarin saya boleh menikmati Non?” tanya Wawan memprotesku. Aku langsung sadar, teringat kemarin memang aku menjanjikan hal ini. “Tapi bukan gini caranya Wan! Masa aku lagi tidur kamu ajak beginian.

Nggak sopan tahu! Lagian aku tadi masih belum sadar benar, bangun bangun ada orang lain di kamarku, kukira aku sedang diperkosa rampok tau!”, kataku ketus. Sedikit jual mahal boleh dong? Mendengar omelanku, Wawan terdiam. Tapi penisnya yang menancap di vaginaku tidak mengendur sedikitpun. Aku menghela nafas panjang, lalu berkata “Ya sudah, cepat lanjutkan. Mana kamu ini lama lagi kalau main. Oh tunggu!!”, tiba tiba aku teringat dan menurunkan volume suaraku, “Gila kamu ya Wan, kakakku mana??”. Wawan cengengesan dan berkata, “tenang Non, liat ini jam berapa? Kakak non sudah pergi setengah jam yang lalu kok. Dan saya sudah tidak tahan untuk bermain lagi dengan non nih”. Oh.. aku sedikit lega, dan melihat jam, yang ternyata sudah jam 08:15 pagi. “Lalu, sejak jam berapa kamu nggghh… ” belum selesai aku bertanya, Wawan sudah mulai menggenjotku dengan tak sabar, hingga aku melenguh, keenakan.

“Oh..Wan… kamu…”, desahku nikmat. Wawan tersenyum penuh kemenangan, membuatku sedikit jengkel juga, tapi hanya sebentar, karena rasa nikmat langsung melandaku ketika Wawan mengulangi gayanya kemarin, ia memeluk pinggangku, dan menarikku berdiri. Penis yang amat kokoh itu langsung terbenam begitu dalam, membuatku melenguh lenguh. Bukan hanya karena takut, tapi juga tak ingin penis itu lepas dari vaginaku, membuatku tanpa sadar kembali melingkarkan kakiku ke pinggangnya. Rasanya tusukan penis itu semakin dalam, dan aku yang sudah melingkarkan tanganku ke lehernya supaya tubuhku tidak terjatuh ke belakang, memagut bibirnya penuh nafsu tak perduli dengan wajahnya yang amburadul.

Terakhir aku minum obat anti hamil adalah ketika aku digangbang di ruang UKS 2 hari yang lalu, tapi aku tak kuatir hamil, sebab kini aku sedang bukan dalam masa subur. Aku sudah tak lagi punya niat untuk jual mahal, karena rasa nikmat yang sudah menjalar ke seluruh tubuhku benar benar menghancurkan akal sehatku. Wawan terus memompa vaginaku sambil berjalan, rasanya nikmat sekali. Aku heran dan menduga duga ke mana ia mau membawaku, sambil mulai memperhatikan keadaanku. Bajuku masih melekat, walaupun tanpa bra. Aku memang tak pernah tidur dengan memakai bra. Tapi celana panjangku dan celana dalamku tidak ada, dan sempat aku melihat dari pintu kamarku ketika Wawan membawa tubuhku keluar, kutemukan kedua benda itu tergeletak di lantai kamarku. Kini Wawan menuruni tangga, rupanya hendak mengajak rekannya kemarin untuk bersama sama menikmati tubuhku.

Gawat juga nih. Kalau tiap pagi sarapan sex seperti ini, bagaimana aku konsentrasi di sekolah? Tapi aku tak kuasa menolak kenikmatan ini, dan pasrah saja mengikuti kemauan Wawan. Setiap langkahnya di tangga membuat penisnya memompa vaginaku, dan aku orgasme ringan hingga cairan cintaku mengalir semakin banyak, seharusnya membasahi paha Wawan, yang terlihat senang senang saja. Akhirnya ia membawaku ke kamar tidur pembantu laki laki di rumahku, dimana pak Arifin dan Suwito sudah menunggu. Dengan nafas tersengal sengal karena sodokan Wawan yang semakin gencar, aku yang menyadari akan segera digangbang lagi, mencoba mengingatkan mereka dengan terputus putus bercampur desahan dan lenguhan, “kalian… harus inghh… ingat… yaaah…. ngggh…. aku nantiiii…. harus… sekolah….”.

Mereka tertawa, dan Suwito berkata, “Tenang non Eliza, cuma satu ronde kok. Kami kan juga harus kerja membersihkan bagian luar rumah Non…”. Suwito membelai pantatku dan melanjutkan “aduh non, kalau begini non cantik banget lho non, mana ada bintang film porno yang secantik nona kita ini ya?”. Pak Arifin menyibakkan rambutku yang terurai ke belakang telingaku dan menimpali, “Kita ini benar benar beruntung bisa kerja di sini. Di mana lagi kita dapat menikmati nona amoy secantik non Eliza ini.. seterusnya lagi. Non Eliza sendiri kan yang minta? Kalau begini mah, bayaran gak naik juga kita betah lho Non kerja sampai tua di sini”.

Mereka tertawa senang sementara aku yang antara malu bercampur terangsang, tak bisa menanggapi gurauan mereka, karena Wawan sudah melanjutkan pompaan penisnya yang sekeras batangan besi itu, membuatku menggeliat dan melenguh dalam pelukannya. “Nggggh.. Waaan….aduuuh….emmpph”, Wawan memagutku dengan buas, hingga aku tak bisa lagi bebas melenguh. Yang lain sabar menanti gilirannya dengan caranya masing masing, Suwito membelai dan meremas pantat dan payudaraku, sementara pak Arifin membelai belai rambutku yang panjang sampai sepunggung ini, sambil menghirup bau harum rambutku.

Dengan tubuh yang dirangsang 3 orang sekaligus seperti ini, membuat orgasme demi orgasme meluluh lantakkan tubuhku, sampai akhirnya datanglah saat saat yang paling nikmat itu, aku kembali mendapatkan multi orgasme. “Mmmmmph… hnngggh.. oooohhhh… aaa….duuuuuh….” erangku saat tubuhku terlonjak lonjak tak karuan, cairan cintaku membanjir dan membanjir. Betisku melejang lejang, pinggangku tertekuk ke belakang ketika aku menikmati orgasmeku dengan total. Tubuhku pasti sudah jatuh kalau tak ditahan Suwito dan pak Arifin, yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyusu pada payudaraku sambil meremas remas dengan gemas, membuat orgasmeku yang susul menyusul ini makin terasa nikmat. Dentang grandfather clock dari dalam ruang tamu di rumahku menunjukkan sekarang ini adalah jam 09:00!

Oh… entahlah, mungkin sudah sejam kali aku digenjot Wawan, kalau ditambah dengan waktu aku masih tertidur. Ia memang perkasa untuk urusan sex, membuatku semakin kagum padanya. Beberapa menit setelah aku orgasme, Wawan tak tahan lagi. “Oooh… mem*knya non Eliza ini…. rasanya kont*lku kayak diurut urut… sudah 3 menit… aaah… “, erangnya sambil menembakkan spermanya di dalam liang vaginaku. Aku memejamkan mata ingin menikmati sepuas puasnya rasa hangat yang memenuhi relung relung vaginaku. Kurasakan tubuhku dibaringkan di salah satu ranjang mereka, dan penis Wawan sudah terlepas dari vaginaku.

Aku membuka mataku, untuk melihat giliran siapa berikutnya. Sedikit beda dari kemarin, sekarang gilirannya Suwito, yang sudah mengambil posisi di selangkanganku, dan segera membenamkan penisnya ke dalam vaginaku yang masih sangat basah oleh cairan cintaku dan sperma Wawan.Aku hanya bisa menggeliat pasrah dibawah tindihan Suwito, yang dengan penuh semangat menggenjotku sepuas puasnya. Pak Arifin masih memainkan rambutku, yang menurutnya sangat indah. Tiba tiba aku teringat penis Wawan yang pasti masih belepotan sperma yang bercampur cairan cintaku. Entah apa yang mendorongku, tapi aku hampir tak bisa mempercayai bahwa itu adalah suaraku sendiri ketika aku memanggil Wawan, “Wan, sini aku oralin bentar”.

Wawan yang sedang duduk di lantai beristirahat, tentu saja tak perlu kuminta dua kali, ia segera bangkit mendekatiku dan menyodorkan penisnya untuk kuoral, dan tanpa malu malu aku memegang penis yang sudah mengendur itu, kukulum kulum dan kuseruput hingga pipiku terlihat kempot, sampai tak ada sperma yang tersisa, sementara Wawan melenguh lenguh keenakan. Benar benar edan! Bagaimana mungkin aku bisa seliar ini? Bahkan aku merasa sperma itu begitu enak dan gurih, apakah ini karena aku mulai ketagihan minum sperma?

Mungkin saja, karena kini aku sudah tak sabar lagi menunggu Suwito orgasme, karena aku ingin segera menjilati dan menyedot sperma lagi. Maka setelah penis Wawan selesai kuoral sampai bersih, aku segera menggerakkan pinggulku menyambut tusukan demi tusukan Suwito, dan benar saja, tak sampai 10 menit Suwito sudah menggeram. Ingin aku memintanya keluar di mulutku, namun aku takut dianggap tidak adil karena tadi Wawan sudah keluar di dalam. Maka aku diam saja, membiarkan Suwito memuaskan hasratnya untuk menyemprotkan spermanya dalam liang vaginaku. Setelah kurasakan tak ada semprotan lagi, aku segera mendorong tubuhnya sampai penisnya terlepas dari jepitan liang vaginaku, dan buru buru aku berkata, ”To, cepat sini…”. Suwito pun segera menghampiriku, membenamkan penisnya ke mulutku, dan aku segera menyedot nyedot dengan memejamkan mataku, merasakan tetes demi tetes sperma yang teroleskan di lidahku. Rasanya nikmat sekali, asin dan begitu gurih.

Pak Arifin yang sempat tak kulihat batang hidungnya, kulihat kembali, sambil membawa sebuah sendok teh dan piring kecil. Aku tak terlalu memperdulikan hal itu, dan terus mengulum penis Suwito. Tiba tiba, aku melepaskan kulumanku, sambil melenguh pelan karena merasakan nikmat pada selangkanganku. Tak apa apa, toh penis Suwito sudah bersih. Tapi bukan itu yang harus kupikirkan, maka aku melihat ada apa dengan selangkanganku. Ternyata pak Arifin sedang menyendoki lelehan sperma yang bercampur cairan cinta yang mengalir keluar dari vaginaku, dan ditadahi dengan piring kecil tadi. Aku hanya diam menahan nikmat, ketika sendok kecil itu mengorek ngorek vaginaku dengan lembut, seolah menyendoki cairan cintaku dan sperma sperma dari Wawan dan Suwito. Setelah cukup lama, mungkin setelah vaginaku sudah tak terlalu becek lagi, pak Arifin berkata, “Non Eliza, non suka peju ya? Saya suapin peju mau ya?”.

Aku dengan sedikit malu, mengangguk pelan, dan pak Arifin mulai menyuapiku dengan lembut seperti menyuapi anaknya yang sedang sakit. Kembali aku merasakan sperma yang bercampur cairan cinta. Suapan demi suapan cairan yang gurih dan nikmat ini membuat aku tak begitu lapar lagi meskipun aku ingat aku belum makan pagi. Setelah jatahku habis, pak Arifin mulai bersiap menggenjotku, sambil bertanya, “Non Eliza, non mau nggak kalau nanti saya mengeluarkan peju dalam mulut non?”. Aku mengangguk senang, kemudian melebarkan selangkanganku selebar lebarnya, karena aku ingat penis pak Arifin ini berukuran raksasa. Kurasakan penis itu sudah mulai melesak sedikit, dan gairahku langsung naik cepat. Apalagi Wawan dan Suwito ikut menyusu pada payudaraku dengan remasan remasan kecil.

“Aduh… oooh…”, erangku antara sakit dan nikmat. Tetap saja ada rasa sakit yang melanda vaginaku, karena ukuran penis pak Arifin sangat besar. Tapi kini aku bisa lebih cepat beradaptasi, dan mulai mengimbangi genjotan sopirku ini. setelah rasa sakit itu lenyap, aku mulai mendesah dan melenguh keenakan. Penis itu seolah menancap begitu erat, sehingga ketika pak Arifin menarik penisnya, seolah vaginaku yang menjepit penisnya ikut tertarik, dan tubuhku terangkat sedikit. Namun ketika penis itu menghunjam, rasanya vaginaku serasa sedang dimasuki daging keras yang besar hingga sesak sekali. Tak sekeras punya Wawan memang, tapi masih keras untuk ukuran orang seumur pak Arifin. Dan cukup keras untuk membuat aku serasa melayang ke awang awing. Rasa nikmat ini akhirnya membuat aku orgasme, kembali kakiku melejang lejang membuat jepitan vaginaku pada penis pak Arifin makin erat, dan ini membuat pak Arifin kelabakan, penisnya berkedut kedut. Ia segera menarik penisnya lepas dari vaginaku dengan tergesa gesa, dan segera membenamkan penisnya dalam mulutku.

Segera semprotan spermanya yang juga terasa asin dan gurih, membasahi kerongkonganku. Aku terus melahap sperma itu, menjilati dan mengulum penis itu hingga bersih. Aku sudah tak merasa lapar lagi setelah sarapan sperma dan cairan cintaku sendiri. Mereka bertiga akhirnya duduk mengatur nafas mereka yang masih memburu. Wawan yang paling duluan pulih, namun sesuai janji mereka, ini hanya satu ronde. Tiba tiba Sulikah datang terburu buru sambil membawa celana dalam dan celana panjang satin pasangan baju tidurku. “Non, kakaknya non sudah pulang. Cepetan non, pakai ini dan kembali ke kamar non”, seru Sulikah agak panik. Aku juga ikut panik, segera memakai celana dalam dan celana panjang ini, kemudian berlari kembali ke kamarku. Yang lain juga segera memakai bajunya masing masing, kemudian segera keluar dari kamar tempat kami pesta sex barusan, seolah olah sedang bekerja seperti biasa.

Untung Sulikah memberitahu tepat pada waktunya, aku sudah di dalam ruang makan ketika kudengar deru mesin mobil kokokku di garasi. Rupanya dosen yang mengajar mata kuliahnya pagi ini tidak datang. Aku naik tangga dengan jantung berdegup kencang, akhirnya sampai juga aku ke dalam kamarku yang kulihat sudah rapi, pasti Sulikah yang merapikan. Sempat kulihat jam, ternyata sudah jam 09:30. Dan aku segera masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhku dari keringatku dan keringat 3 orang tadi, juga vaginaku kucuci bersih, hingga terasa kesat.

Mungkin karena cuma 1 ronde, tubuhku tak terlalu lelah. Selesai mandi, aku mengeringkan tubuhku sambil memastikan tak ada tanda tanda aku baru saja bermain sex dengan mereka. Lalu aku memakai baju santai, dan turun ke ruang makan. Di sana sudah menunggu kokoku, yang membawakan aku nasi campur di dekat sekolahnya, kesukaanku. Yah, kebetulan deh. Aku kan belum makan pagi, cuma sarapan sperma dari mereka bertiga tadi. Aku memeluk kokoku senang, dan berkata, “thank you ya kokoku yang baik”. Kokoku tertawa dan menggodaku, “Iya me. Tapi baik kalau bawain makanan aja ya? Kalau nggak jadi nggak baik?”. Aku memukul lengannya manja, lalu kami makan bersama. Kami ngobrol kesana kemari, dan tak terasa akhirnya selesai juga kami makan.

Kokoku kembali ke kamarnya, mungkin main komputer. Aku juga kembali ke kamarku, mempersiapkan diri ke sekolah. Sekarang sudah jam 10, aku biasanya berangkat jam 11:30. masih ada satu setengah jam lagi, aku menyiapkan seragamku, putih abu abu. Juga tas sekolahku, yang membuatku teringat tentang obat perangsang itu. Lalu aku menyisir rambutku rapi, dan duduk manis di ranjangku. Sambil menunggu, aku menelepon temanku, dan kami ngobrol sampai tak terasa sudah waktunya aku harus berangkat. Setelah berpamitan, aku mengenakan seragam sekolahku, lalu berpamitan pada kokoku, dan turun ke garasi.

Seperti biasanya, pak Arifin menawarkan diri untuk mengantarku, tapi kutolak halus karena aku ingin menyetir mobil sendiri. Dalam perjalanan, aku mengingat ingat kejadian pagi ini, dan membayangkan besok aku harus melayani mereka bertiga lagi karena kokoku kuliah pagi sampai siang. Hmm, sarapan sex tiap pagi sebelum ke sekolah? aku menggelengkan kepala tak habis pikir, bisa bisanya ada pembantu plus sopir yang memakai tubuh anak majikannya. Entahlah, yang lebih gila lagi, anak majikannya ini tak merasa keberatan alias cewek bispak gitu loh.




Buruan mampir disitus kami . Situs yang penuh hadiah dan gampang menangnya
Dimana hadiahnya dapat dimenangnya hanya dengan mendaftarkan ID hoki anda & bermain

disitus PELANGIQQ.VEGAS
Situs ini merupakan situs bergengsi yang mudah untuk dimainkan bahkan banjir hadiah jutaan rupiahnya
Hanya dengan modal 25.000ribu rupiah saja , kamu sudah bisa bermain 8GAMES menarik kami :

-Bandar66 (NEW)
-BandarQ
-Capsa susun
-Poker
-Sakong
-Domino99
-Aduq
-Bandar poker
Situs ini dilengkapi dengan LIVE CHAT 24jam & cs yang ramah
JANGAN SAMPAI KETINGGALAN KESEMPATAN BESAR INI BOS ^^
 
 
http://pelangiqq.vegas/Register.aspx?lang=id
 

Minggu, 03 Juni 2018

Teman Kuliahku Dipaksa ML

memberpelangi.com

Pelangi QQ - Aku memang terlahir dari keluarga yg bisa dibilang cukup berada. Aku anak laki laki satu-satuya. Dan juga anak terakhir. Dua kakakku perempuan semuanya. Dan jarak umur antara kami cukup jauh juga. Antara lima dan enam tahun. Karena anak bungsu dan juga satu-satunya laki laki, jelas sekali kalo aku sangat dimanja. Apa saja yg aku inginkan, pasti dikabulkan. Seluruh kasih sayg tertumpah padaku.

Dari kecil aku selalu dimanja, sampai besarpun aku terkadang masih suka minta dikeloni. Aku suka kalo tidur sembari memeluk Ibu, Mbak Lisa atau Mbak Indira. Namun aku tak suka kalo dikeloni Bapak. Entah kenapa, mungkin badan Bapak besar dan tangannya ditumbuhi rambut-rambut halus yg cukup lebat. Padahal Bapak paling sayg padaku. Karena apapun yg aku ingin minta, selalu saja diberikan. Aku memang tumbuh menjadi anak yg manja. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, meski umurku sudah cukup dewasa.

Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indira menikah. Aku tak rela Mbak Indira jadi milik orang lain. Aku benci dgn suaminya. Aku benci dgn semua orang yg bahagia melihat Mbak Indira diambil orang lain. Setengah mati Bapak dan Ibu membujuk serta menghiburku. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis. Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.

Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor. Padahal aku sudaH punya mobil. Namun memang sudah lama aku ingin dibelikan motor. Hanya saja Bapak belum bisa membelikannya. Kalo mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Bahkan aku sampai tertawa sendiri. Habis lucu sih.., Soalnya waktu Mbak Indira menikah, umurku sudah 21 tahun.

Hampir lupa, Saat ini aku masih kuliah. Dan kebetulan sekali aku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yg cukup keren. Di kampus, sebenarnya ada seorang perempuan yg perhatiannya padaku begitu besar sekali. Namun aku sama sekali tak tertarik padanya. Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Padahal banyak kawan-kawanku, terutama yg laki laki bilang kalo perempuan itu menaruh hati padaku.

Sebut saja namanya Lidya. Punya wajab cantik, kulit yg putih seperti kapas, badan yg ramping dan padat berisi serta dada yg membusung dgn ukuran cukup besar. Sebenarnya banyak laki laki yg menaruh hati dan mengharapkan cintanya. Namun Lidya malah menaruh hati padaku. Sedangkan aku sendiri sama sekali tak peduli, tetap menganggapnya hanya kawan biasa saja. Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Perhatiannya padaku malah semakin bertambah besar saja. Bahkan dia sering main ke rumahku, Bapak dan Ibu juga senang dan berharap Lidya bisa jadi kekasihku.

Begitu juga dgn Mbak Lisa, sangat cocok sekali dgn Lidya Namun aku tetap tak tertarik padanya. Apalagi sampai jatuh cinta. Anehnya, hampir semua kawan mengatakan kalo aku sudah pacaran dgn Lidya, Padahal aku merasa tak pernah pacaran dgnnya. Hubunganku dgn Lidya memang akrab sekali, meskipun tak bisa dikatakan berpacaran.

Seperti biasanya, setiap hari Sabtu sore aku selalu mengajak Bobby, anjing pudel kesayganku jalan-jalan mengelilingi Monas. Perlu diketahui, aku memperoleh anjing itu dan Mas Herlambang, suaminya Mbak Indira. Karena pemberiannya itu aku jadi menyukai Mas Herlambang. Padahal tadinya aku benci sekali, karena menganggap Mas Herlambang telah merebut Mbak Indira dan sisiku. Aku memang mudah sekali disogok. Apalagi oleh sesuatu yg aku sukai. Karena sikap dan tingkah laku sehari-hariku masih, dan aku belum bisa bersikap atau berpikir secara dewasa.

Tanpa diduga sama sekali, aku bertemu dgn Lidya. Namun dia tak sendiri. Lidya bersama Mamanya yg umurnya mungkin sebaya dgn Ibuku. Aku tak canggung lagi, karena memang sudah saling mengenal. Dan aku selalu memanggilnya Tante Amanda.

“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Amanda.
“Iya, Tante. diberi sama Mas Herlambang”, sahutku bangga.
“Siapa namanya?” tanya Tante Amanda lagi.
“Bobby”, sahutku tetap dgn nada bangga.

Tante Amanda meminjamnya sebentar untuk berjalan-jalan. Karena terus-menerus memuji dan membuatku bangga, dgn hati dipenuhi kebanggaan aku meminjaminya. Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aku dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah. Tak banyak yg kami obrolkan, karena Tante Amanda sudah kembali lagi dan memberikan Bobby padaku sembari terus-menerus memuji. Membuat dadaku jadi berbunga dan padat seperti mau meledak. Aku memang paling suka kalo dipuji.

Oh, ya.., Nanti malam kamu datang..”, ujar Tante Amanda sebelum pergi.

“Ke rumah..?”, tanyaku memastikan.
“Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi.
“Lidya ulang tahun. Namun nggak mau dirayakan. Katanya cuma mau merayakannya sama kamu”, kata Tante Amanda Iangsung memberitahu.
“Kok Lidya nggak bilang sih..?”, aku mendengus sembari menatap Lidya yg jadi memerah wajahnya. Lidya hanya diam saja.
“Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan.
“Iya, Tante”, sahutku.

Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya. Suasananya sepi-sepi saja. Tak terlihat ada pesta. Namun aku disambut Lidya yg memakai baju seperti mau pergi ke pesta saja. Tante Amanda dan Oom Joko juga berpakaian seperti mau pesta. Namun tak terlihat ada seorangpun tamu di rumah ini kecuali aku sendiri. Dan memang benar, ternyata Lidya berulang tahun malam ini. Dan hanya kami berempat saja yg merayakannya.

Perlu diketahui kalo Lidya adalah anak tunggal di dalam keluarga ini. Namun Lidya tak manja dan bisa mandiri. Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja. Tak ada yg istimewa. Selesai makan malam, Lidya membawaku ke balkon rumahnya yg menghadap langsung ke halaman belakang.

Entah disengaja atau tak, Lidya membiarkan sebelah pahanya tersingkap. Namun aku tak peduli dgn paha yg indah padat dan putih terbuka cukup lebar itu. Bahkan aku tetap tak peduli meskipun Lidya menggeser duduknya hingga hampir merapat dgnku. Keharuman yg tersebar dari badannya tak membuatku bergeming.

Lidya mengambil tanganku dan menggenggamnya. Bahkan dia meremas-remas jari tanganku. Namun aku diam saja, malah menatap wajahnya yg cantik dan begitu dekat sekali dgn wajahku. Begitu dekatnya sehingga aku bisa merasakan kehangatan hembusan napasnya menerpa kulit wajahku. Namun tetap saja aku tak merasakan sesuatu.

Dan tiba-tiba saja Lidya mencium bibirku. Sesaat aku tersentak kaget, tak menygka kalo Lidya akan seberani itu. Aku menatapnya dgn tajam. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.

“Kenapa kau menciumku..?” tanyaku polos.
“Aku mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya.
“Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.

Entah kenapa Lidya tersenyum. Dia menarik tanganku dan menaruh di atas pahanya yg tersingkap Cukup lebar. Meskipun malam itu Lidya mengenakan rok yg panjang, namun belahannya hampir sampai ke pinggul. Sehingga pahanya jadi terbuka cukup lebar. Aku merasakan betapa halusnya kulit paha perempuan ini. Namun sama sekali aku tak merasakan apa-apa.

Dan sikapku tetap dingin meskipun Lidya sudah melingkarkan tangannya ke leherku. Semakin dekat saja jarak wajah kami. Bahkan badanku dgn badan Lidya sudah hampir tak ada jarak lagi. Kembali Lidya mencium bibirku. Kali ini bukan hanya mengecup, namun dia melumat dan mengulumnya dgn penuhl gairah. Sedangkan aku tetap diam, tak memberikan reaksi apa-apa. Lidya melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tak percaya kalo aku sama sekali tak bisa apa-apa.

“Kenapa diam saja..?” tanya Lidya merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.

Namun tak.., Lidya tak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yg begitu indah dan manis sekali. Dia masih melingkarkan tangannya ke leherku. Bahkan dia menekan dadanya yg membusung padat ke dadaku.

 Buruan mampir disitus kami . Situs yang penuh hadiah dan gampang menangnya
Dimana hadiahnya dapat dimenangnya hanya dengan mendaftarkan ID hoki anda & bermain
Situs ini merupakan situs bergengsi yang mudah untuk dimainkan bahkan banjir hadiah jutaan rupiahnya
Hanya dengan modal 25.000ribu rupiah saja , kamu sudah bisa bermain 8GAMES menarik kami :
-Bandar66 (NEW)
-BandarQ
-Capsa susun
-Poker
-Sakong
-Domino99
-Aduq
-Bandar poker
Situs ini dilengkapi dengan LIVE CHAT 24jam & cs yang ramah
JANGAN SAMPAI KETINGGALAN KESEMPATAN BESAR INI BOS ^^

                                                                              
http://pelangiqq.vegas/Register.aspx?lang=id


                                                                              






Selasa, 29 Mei 2018

CERITA BERCINTA DENGAN MIRANDA


Pelangi QQ - Aku adalaah mahasiswa di salah satu perguruaan di jakarta ..

umurku baru 24 tahun.

di pagi hari yang cerah di rumah ku aku terbangun dari tidurku …

tak sadar bahwa sekarang sudah jam 8 ..

aku pun bergegas mandi untuk masuk kuliah .

seuisai mandi akupun bergegas berangkat ke kampus ..

ketika di perjalanaan aku melihat mobil apv berwarna silver ..

tak kusangka di dalam nya terdapt sesosok wanita cantik yaitu adalaah artis yg saat ini namanya sedang naik daun yaitu Miranda …

dia adalaah artis favoritku dari dulu aku sangat tertarik dengan kecantikaan nya itu tapi sayang aku belum pernah bertemu langsung dengannya …

sesampai ku di kampus rupanya ada syuting sebuah film yg sedang mengambil gambar di kampus ku ….

ketika aku lihat syuting tersebut tak kusangka aku melihat Miranda bermain di film tersebut …

oww ini kesempataan ku untuk berkenalaan dengan nya ..

ketika ia sedang break untuk syuting rupanya ia makan siang di kantin kampus ku..

oww ia tiba-tiba aku punya ide ..

aku membawa makanaan dan minumaan ke arah Miranda yang sedang menikmati makan siangnya ,, dengan sengaja ku tumpahkaan makanaan dan minumaan ku ..

sepertinya muuka artis cantik itu agak sedikit kesal ..

lalu ia berkata padaku ,, kalo jalan liat-liat donk, rasakan Judi Bola Online dan raih Bonus Rp 20.000,-

maaf ia aku tidak sengaja ,, sahutku ok lain kali hati hati ya ,, mukanya agak sedikit kesal ,, aku pun menjawab ,, ia terima kasih maaf ya sekali lagi ..

akhirnya ku lihat Miranda pergi menuju mobinya lagi untuk ganti pakaiaan nya yg basah,,aku pun kembali ke kelas untuk melanjutkaan peljaraan ..

ketika aku pulang dari kampus aku melihat syuting film nya sudah selesai, ah Miranda udah gak ada lagi ,,, erungku dalam hati …

akhirnya aku sampai di rumah dan hanya bisa menyesali apa yg trjadi ..

aku menyesal kenaapa aku tadi tidak berkenalaan ..

tiba-tiba hp ku berbunyi .. halo ton lu dimana ?? ( temanku Castanyo )

aku dirumah ada apa emangnya ? tar malem ada acara nih di xxx (club malam )mw ikut gak luu ? boleh juga kebetulaan aku lagi bete tapi entar jam 10 aja kita berangkatnya .. ok deh nanti aku kerumah luu .. akhirnya erwin menutup telepon nya ..

sudah jam 9.30 malam akhirnya Castanyo datang kerumah ku membawa mobil crv nya ..

udah siap lum ton ..? ,, yaudah ayo berangkat .. sahutku ..

sesampai di club yg kami tuju kami lansung masuk ke dalam club tersebut ..

Castanyo langsung memesan minumaan …

ton u mw cewek ton ? Castanyo bertanya males ah. sahutku ..

yaudah kalo gak mw ,, w mw ke cewek yg duduk di sana tuh ..

akhirnya Castanyo pergi .. ku lihat dari jauh bahwa Castanyo sedang berkenalaan dengan wanita yg memekai baju yg agak ketat dan memakai rok mini .. entah siapa perampuan tersebut ..

tiba2 muncul sesosok wanita mucul dari pintu masuk tak ku sangka ia adalah Miranda bersama dengan 3 teman nya ..

Miranda memakai tanktop berwarna putih yg di lapisi cardigan berwarna ungu dan celana pendek jeans 20 cm dari dengkul nya ..

dia duduk di sebelah meja ku..

dalam hati ini adalah kesempataan ku ..

kudekati artis cantik tersebut .. haii masih ingat kan aku mw minta maaf yg masalah di kampus aku itu,,, oww iaa gak apa-apa kamu dateng kesini sama siapa ? jawabnya

sama temen aku .. gimana kalau kita gabung aja .. oww boleh jawab Miranda ..

akhirnya aku panggil Castanyo untuk gabung dengan Miranda ..

Castanyo berkenalaan dengan teman2 Miranda yg tak kalah cantik juga ..

ketika sudah agak lama berbicara rupanya hp Miranda tertingal di mobil nya ..

ya ampun hp aku ketinggalaan.. dimana ( salah satu teman Miranda ) ?

di mobil,, aku mw ambil dulu deh ,, eh tunggu biar aku anteriin jawabku ..

ya udah ayo …..

ketika sampai di mobil nya Miranda masuk di mobil nya yg bertipe apv..

mana ya tanya Miranda sambil mencarinya di dalam tasnya ..

akhirnya aku duduk di sebelah nya ( di dalam mobil apv )

coba sini aku bantu cari sahutku …

akhirnya kutemukaan hp nya yg berada di bawah kursi depan ..

aku kaget setelah melihat wallpaper depan hp nya ada lah foto dirinya tanpa busana ..

makasi ya udah bantiun aku nyari hp aku , ia sama-sama jawab ku ..

rupanya Wilton jr sudah terbang tinggi akibat melihat foto artis cantik tersebut bugil…

aku sudah tidak bisa tahan lagi akhirnya kulumat saja bibir sexy Miranda kukira Miranda akan marah tapi ternyata ia membalas ciuman ku ..

sambil berciumaan ku remas2 payudara sebelah kanan nya .. ( posisi ciuman duduk )

setalah berciumaan kira2 8 menit hp Miranda pun berbunyi …

hei kemana sih lama banget,, rupanya yg menelpon Miranda adalah teman nya yg ada di dalam club, dapatkan Bonus Rp 10.000,- dalam permainan Domino Qiu Qiu

akhirnya kami ber 2 masuk lagi ke dalam club tersebut …

setelah sampai di sana salah 1 teman Miranda bertanya,, lama banget abis ngapaiin sih ,, oh gak tadi susah nyari hp nya ini aja baru ketemu ,, jawab Miranda …

yaudah kita ngedance yuk,, sahut teman Miranda ..

akhirnya kami berenam jalan menuju lantai dance ..

aku berpasangaan dengan Miranda lalu ia berbisik kepadaku ,, dirty dance yuk ..

ok ,,, jawabku ,,, rupanya Miranda cukup mahir juga dalam nge dance ..

setelah cukup puas kami pun kembali ke meja ..

Miranda pun memesan minumaan ber merek xxx 6 botol ..

lalu ia berkata ,, kita asyik2an aja malam ini okk …

akhirnya kami semua mabuk berat saat itu dan ingin segera bergegas pulang …

karna takut terjadi sesatu Miranda pun menelfon 2 supirnya untuk membawa mobil Castanyo dan mobilnya …

yaudah nani kalian ber 2 ( aku dan Castanyo )tidur di apartemen aku aja dulu ,, sahut Miranda ..

gak ngerepotiin nih ,,jawab ku ,, udah gak apa2,, sahut Miranda

akhirnya kami berenam sampapi di apartemen mewah milik Miranda ..

kalian berdua tidur di sofa aja ya ,, tanya Miranda …

iaa ini udah lebih dari cukup,, jawabku …

aku dan Castanyo pun langsung tertidur dengan lelap karna kami mabuk berat …

tiba2 terasa kemaluan ku terasa begitu geli …

setelah ku buka mata tiba2 kulihat Miranda yg sedang melumat kemaluanku dengan nafsu nya.

tapi kulihat Castanyo dan teman2 Miranda sudah tidak ada ..

Miranda pun sedikit kaget melihat ku yg sudah terbangun …

dia melepas kaan hisapaan nya dari kemaluan ku …

kamu sedang apa ,, tanya ku ,, kita lanjutiin lagi yuk yg tadi di mobil ,, sahut nya.

jangan di sini nanti di lihat teman2 kamu ,, tanyaku,, tenang aja mereka semua udah pada pulang Castanyo juga sudah pulang dari tadi siang ,,, sahut Miranda …

setelah aku melihat jam rupanya sekarang sudah jam 8 malam padahal tadi aku tidur jam 4 pagi ..

ohh jadi begitu ,, jawabku .. yaudah kita nikmatiin aja berduaan kita sekarang ,, sahut Miranda .. ( saat itu Miranda memakai tanktop ungu tanpa bra di dalm nya dan hanya menggunakaan celana dalam berwarna hitam )

Miranda pun menindih ku dari atas dan melumat bibirku sambil ke pegang payudara kanan nya ..

tangan ku pun mulai membuka tanktop ungu nya tersebut dan terpampang jelas payudara ukuraan 32b di hadapaan ku dengan puting yang berwarna pink ..

ku hisap puting merah mudanya tersebut ia hanya bisa berkata ohhh ton jangan berhenti yaaa …

karna posisi nya agak ribet aku pun kembali duduk dengan nya smbil menghisap dan menjilat puting nya tsb …

seperti nya iaa pun tak mau kalah iaa buka jeans panjangku sambil mengojok ocok kemaluanku ..

aku pun melepaskaan hisapaan ku ke payudara nya …

Miranda pun langsung bergegas menghisap kemaluan ku yg sudah sangat tinggi …

ketika mulutnya masuk kedalam kemaluan ku aku pun sangat menikmati nya ..

rupanya iaa sangat mahir dalam menghisap kemaluan ku ini..

iaa mulai menghisap bagiaan kepalanya saja untuk menaikaan birahi ku ..

sambil kuremas2 kedua payudara nya itu ..

setelah cukup puas memainkaan kepala kemaluanku ia masukkan seluruh kemaluanku kedalam mulut nya rasanya seperti berada di surga ketika aku di blowjob dengan artis idolaku.

satlah 5 menit melakukaan blowjob keluarnya sperma ku yg sudah lama tersimpan ini di dalam mulutnya … owww syang mw keluar nih ahhhhhhhhhh ……….

seusai blowjob dan sudah puas ku angkat Miranda untuk berda di atas ku dan ku masukaan kemaluan besar ku ke arah kemaluan nya …

Miranda pun menaikaan dan menurunkaan tubuh nya ia pun berkata padaku ,,,

gimana rasanya sayang ,,, ohhh nikmat banget sayang ,,, dan dilanjutkaan dengan ciuman mesra kami ber dua..

aku pun sedikit mengencangkaan goyangaan nya ahhh ahhh ahhh,,,, geram Miranda..

sayang udh mw keluar nih ,, tanya ku ,, biarrinn aja syang ,, jawab Miranda

ohhhh akhirnya sperma ku pun keluar di dalam kemaluan Miranda ini adalah orgasme ku yg kedua kali … tapi Miranda masih begitu nafsu karna ia belum orgasme sekali pun ..

di kamr mandi aja yuk sayang ,, tanya ku ,, yaudah ayuk …

ketika sampai di kamar mandi Miranda pun langsung menyalakaan shower dan kami berada di bawah shower tersebut Miranda berkata bahwa ia ingin melakukaan standing sex..

kuturuti keinginnan nya kubawa Miranda ke pojok tembok yang di atasnya ada shower yg membasahi kami dan ku angkat kedua kaki nya tanpa pikir panjang segera ku masukaan kemaluanku ke dalam kemaluan nya ..

rupanya ia masih begitu nafsu ,, kepercepat genjotaan k ke dalam kemaluannya …

ahhhh ohhh ahhh ohhh,,, geru kenikmataan Miranda …

oh sayang aku mauuu ohhhhhhhhhhhh…

akhirnya Miranda pun mendappat orgasme paertamanya …ia pun langsung terbujur lemas dalam pelukaan ku .. kami pun melanjutkaan dengan berciumaan dengan sangat mesra selama 10 menit …

sepertinya birahi nya naik lagi .. pindah lagi yuk sayang ,, sahut nya ..

aku pun hanya bisa turuti keinginnyannya ,, kami berdua segera mengeringkaan diri dengan handuk, dapatkan Account untuk bermain 7 Games di pelangiqqasia.com

tapi Miranda mengajakku ke dalam kamarnya dan ia berdiri di dekat lemari baju nya …

memegang ke 2 gagang pintu lemari dan kemaluan nya menghadap ke arah ku …

fuck me my little bicth ,, sahut nya ..

rupanya iaa ingin bermain doggie dengan ku …

ku masukaan kemaluanku kedalam kemaluan nya sambil ke remas2 ke2 buah dadanya ..

ohhhh ohhhh ohhh ,, geram Miranda …

ku percepat genjottan ku .. ohhh beib i love you ,, sahutku

i love you to my beibh ,, jawab Miranda ..

setelah agak lama akhirnya kami ber dua melakukaan orgasme bersamaan …

ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…

setelah kejadiiaan itu kami berdua pun berpacaraan …

dan sering sekali melakukaan making love …

tapi gak ada wartawaan yg tau kami pacaraan

Buruan mampir disitus kami . Situs yang penuh hadiah dan gampang menangnya 
Dimana hadiahnya dapat dimenangnya hanya dengan mendaftarkan ID hoki anda & bermain
disitus PELANGIQQ.VEGAS
Situs ini merupakan situs bergengsi yang mudah untuk dimainkan bahkan banjir hadiah jutaan rupiahnya
Hanya dengan modal 25.000ribu rupiah saja , kamu sudah bisa bermain 8GAMES menarik kami :
-Bandar66 (NEW)
-BandarQ
-Capsa susun
-Poker
-Sakong
-Domino99
-Aduq
-Bandar poker
Situs ini dilengkapi dengan LIVE CHAT 24jam & cs yang ramah
JANGAN SAMPAI KETINGGALAN KESEMPATAN BESAR INI BOS ^^
http://pelangiqq.vegas/Register.aspx?lang=id




Jumat, 25 Mei 2018

Cerita Dewasa Kulayani Nafsu Bejat Mertuaku



Pelangi QQ - Aku seorang wanita yang kini sudah memiliki keluarga di usiku yang menginjak 25 tahun, dengan satu orang anak aku hidup dengan bahagia bersama suami dan juga anakku. Suamiku mas Afif bekerja di salah satu perkebunan milik pemerintah yang ada disini, dan disini juga kami bertemu dan dia memutuskan untuk menikahiku meskipun dia berasal dari kota besar Jakarta. Dan memilih menetap disini bersamaku.

Hingga kini kami sudah di karuniai seorang putri cantik yang baru berusia 3 tahun. Namaku Mawar banyak yang bilang kalau aku memiliki wajah yang begitu cantik, karena itu mas Afif yang dari kota besar saja mau menikahiku, begitu kata para tetangga padaku. Dan aku bersyukur juga menikah dengan mas Afif yang dari awal memang baik dan juga sopan padaku.

Tidak pernah aku dengar dia nakal selama berada di kota ini, meskipun banyak teman-teman yang satu mes dengannya. Mengajak wanita untuk melakukan adegan seperti cerita sex, tapi mas Afif tidak pernah melakukannya, dan dia dengan jujur ingin segera menikah denganku untuk menjauhi adegan mesum dengan wanita yang bukan muhrimnya, dan kamipun hidup bahagia di sini.

Walau begitu sebenarnya ada cerita sedih dalam kehidupan rumah tanggaku, dari awal mertuaku tidak menyetujui hubunganku dengan mas Afif. Karena itu kami jarang pulang ke Jakarta kalau di hitung hanya sekali selama 4 tahun ini aku ikut mas Afif kerumahnya, karena sikap mamanya yang kasar padaku akhirnya setiap kali pulang mas Afif tidak pernah mengajakku.

Dia adalah anak sulung dari dua bersaudara sedangkan adiknya masih kuliah hingga saat ini, sedangkan papanya memang jarang pulang. Aku dengar papa mas Afif memiliki banyak istri, karena itu akupun jarang mendengar dia membicarakan papanya. Sehingga aku tidak begitu mengenal sosok mertuaku itu, kalau mamanya mas Afif bilang begitu baik padanya dan sering memanjakan dia.

Karena itu akupun mengerti kenapa mas Afif lebih baik tidak mengajakku ikut ke rumahnya, karena dia tidak dapat memilih antara aku dengan mamanya karenanya aku memilih menuruti kemauan mas Afif, sebagai wanita aku mencoba mengerti kalau mama mungkin merasa kalau aku mengambil putra kesayanganya. Hingga akhirnya terjadi sesuatu yang tidak kami inginkan mas Afif mengalami kecelakaan.

Hingga akhirnya dia di haruskan untuk beristirahat di rumah, karena mas Afif tidak bisa berjalan seperti biasanya. Dia hanya terlentang di tempat tidur saja, sampai-sampai hal itu berlangsung hingga tiga bulan lamanya. Dan aku tidak menduga kalau mama mas Afif akhirnya menelponku dan dengan marahnya dia bilang kalau akan mebawa mas Afif pulang ke Jakarta.

Akhirnya akupun ikut mas Afif ke Jakarta tanpa membawa anakku juga, karena ibuku bilang kalau aku lebih baik tidk membawa anakku. Agar lebih fokus merawat mas Afif, dan anehnya mertuaku tidak mencoba membantah sedikitpun, mereka terlihat tidak ada rasa suka membawa cucunya untuk tinggal bersama. Sedih hati ini tapi mau gimana lagi akupun ikut bersama mereka.

Setibanya di Jakarta akupun merasakan kekecewaan yang teramat dalam, tiap hari aku harus melakukan pekerjaan rumah mulai dari pagi buta hingga malam hari. Bukan hanya merawat suamiku tapi seluruh pekerjaan rumah dilimpahkan padaku, untuk melakukan adegan seperti dalam cerita sex kini aku tidak pernah lagi. Kalau di rumahku aku masih sempat tidur di samping mas Afif sekarang sudah tidak lagi.

Mamanya bilang kalau aku lebih baik jangan ganggu mas Afif, dan dia menyuruhku untuk tidur di lantai. Sebenarnya aku sudah tidak tahan dengan semuanya, tapi aku jauh tidak tega jika harus meninggalkan mas Afif. Di tambah ketika mama mengajaknya pergi berobat baik itu ke rumah sakit ataupun dengan perawatan non medis aku tidak pernah di ajaknya dengan berbagai macam alasan.

Tidak jarang akupun tinggal sendirian di rumah mas Afif, seperti hari ini mereka pergi ke salah satu pengobatan alternatif. Dan jaraknya lumayan jauh tapi seperti biasa aku tidak di ajaknya, dengan menangis akupun sambil bekerja membersihkan rumah yang belum juga kelar. Apalagi banyak pekerjaan yang masih harus aku lakukan dari mulai mencuci hingga setrika yang begitu banyak.

Aku tahu kalau adik dan mama mas Afif sengaja melakukan hal itu. Sebenarnya aku sudah capek namun  tetap saja melanjutkan pekerjaaanku menyetrika kemudian aku di kejutkan oleh kedatangan papanya mas Afif “Papa.. semua lagi keluar nganter mas Afif berobat..” Dia menjawab “Saya sudah tahu makanya aku kesni..” Dengan mendekat padaku bahkan dia kurang ajar meremas buah dadaku.

Aku yang keget sontak melepas setrika yang aku pegang, begitu papa mas Afif memeluk tubuhku akupun meronta tapi tenaga laki-laki itu begitu kuat. Dia membopong tubuhku dan merebahkannya di atas tempat tidur, papa mas Afif langsung menindih tubuhku setelah dia menarik pakaianku hingga sobek. Dan dengan kasarnya dia measukkan kontolnya ke dalam kemaluanku.

Aku menangis apalagi ketika aku mendengar dia mendesah menikmati dan memperkosa tubuhku “Ooouuuuuugggghh… aaaaaaaggggghh… aaaaaaagggghhh.. kamu.. cantiiik… Mawar… aaaaaaggghhh… aaaaaggggghhh.. aaaggghh..” Aku terus saja menangis namun papa masih saja melakukan gerakan naik turun di atas tubuhku tanpa memperdulikan tangaisanku yang menyayat.

Bahkan dia menganggkat kedua pahaku lalu dengan keras dia kemabli menggoyang pinggulnya “OOouugggghh… ooouuuggghh.. pinggulmu sempiiit saaaayaaang… aaaaaaggghh… aaaaggghh… aaaagggghh.. aaaaahhhkkk… aaaaku.. aaaagggggggghh.. ” Keringat tubuh papa membasahi tubuhnya namun dia tidak juga menghentikan gerakannnya dengan semakin keras dia mainkan kontolnya.

Sampai akhirnya dia kemabli meletakkan pahaku lalu kembali menggerakan pinggulnya dan semakin menekan dalam kontolnya ke dalam memekku. Seperti halnya dalam adegan cerita sex pemerkosaan dia terus menikmati goyangan tubuhnya “OOouuuggggggggghhh… uuuuugggggghh… Mawaaaaaar… aaaaaaggghhh… aaaaaaggghh… aaaaagggghh… papa… aaagghh..” Dia menekan kontolnya lebih lama.

Tanpa melakukan gerakan hingga akhirnya dia mengeluarkan larva hangat yang memenuhi memekku, bahkan dia mengerang lebih panjang lagi “OOOoooouugggghh… aaaaaggghh… aaaagggghhh… aaaaggggghhh… aaaaaggghhh… aaaaaggghh.. ” Papa rupanya sudah mencapai klimaks dia memeluk tubuhku namun mungkin karena dia sudah lemas aku dapat melepaskan diriku.

Lalu aku berlari menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhku dengan air dan tetap menangis sejadi-jadinya. Aku masih duduk terkulai lemas di dalam kamar mandi dan aku kembali marah ketika dengan tanpa dosa mertuaku membuka kamar mandi dan dia berkata “Mawar aku pulang dulu.. ” Aku menatpanya dengan sangat geram tapi dia nyelonong aja tanpa ada beban sedikitpun.




                                                                         
http://pelangiqq.vegas/Register.aspx?lang=id